Kamis, 18 Maret 2010

Selamatkan Al-AQSHA sebelum terlambat....

Masjidil Aqsha dalam Bahaya
Jumat, 19/03/2010 10:30 WIB

KNRP - Seruan untuk menggalang aksi dukungan penyelamatan Masjid Al Aqsha terus bermunculan. Kali ini giliran Asosiasi Ulama Islam Internasional, pimpinan DR. Yusuf Qaradawi yang menyatakan, bahwa hari Jum’at (19/3) merupakan hari solidaritas massal untuk Al Aqsha.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh DR. Yusuf Al Qaradhawi, dan juga Sekjen Dr. Muhammad Salim Al Awa, diterangkan bahwa selama ini penjajah Zionis Israel tetap terus melanjutkan rencananya untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha. Dan, pembangunan Sinagog Al Kharab yang baru diresmikan beberapa hari lalu, adalah langkah penting dalam rangkaian rencana jahat tersebut.

”Sekali lagi, Zionis Israel melakukan langkah sangat berbahaya terhadap masa depan Masjid Al Aqsha Al Mubarak. Langkah itu tercermin dalam pembangunan Sinagog terbesar benama Al Kharab yang hanya berjarak beberapa meter saja dari Masjid Al Aqsha,” tulis pernyataan tersebut. Asosiasi Ulama Islam Internasional, lalu menegaskan, ”Rekonstruksi bangunan siangog ini, adalah langkah pertama untuk melakukan tujuan besar dan penting bagi Zionis Israel, yakni membangun Kuil Ketiga yang rencananya akan dibangun di atas puing-puing Masjid Al Aqsha.”
Dijelaskan pula bahwa rangkaian rencana itu dilakukan setelah dalam beberapa pekan sebelumnya, Zionis Israel juga telah berupaya menjadikan Masjid Al Ibrahimi di Al Khalil dan Masjid Bilal bin Rabah di Beitlehem, sebagai lokasi cagar budaya Yahudi. ”Langkah ini akan terus berjalan tanpa reaksi kuat dan serius dari dunia Islam agar Israel menghentikan rencananya. Jika reaksi itu tidak ada, maka pada fase mendatang, mereka akan hancurkan Masjid Al Aqsha dengan didengarkan dan disaksikan satu milyar enam ratus juta Muslim dunia.
Untuk itulah Asosiasi Ulama Islam Internasional mengajak seluruh umat Muslim, ”untuk menghimpun kekuatan dan kesanggupan apapun, baik sipil maupun pemerintah, untuk menghentikan bencana atas Masjid Al Aqsha, untuk membela tanah kita dan tempat suci kita, sebelum terlambat.” (mln/iol)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar